About Me

DARI KEWAJIBAN MENJADI KEBIASAAN: MENANAMKAN KEMANDIRIAN IBADAH MELALUI SALAT TAHAJUD

 

Palangka Raya, 28 Januari 2026 — Pembiasaan ibadah di lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Salah satunya adalah salat tahajud, yang mengajarkan kedisiplinan, kesungguhan, dan kesadaran untuk beribadah tanpa harus selalu bergantung pada pengawasan orang lain.

Pada 28 Januari 2026, Ma’had Al-Jami’ah UIN Palangka Raya mendokumentasikan salat tahajud sebagai salah satu program wajib bagi mahasantri. Pelaksanaannya dilakukan secara mandiri setiap hari dan berjamaah setiap minggu dengan bimbingan musyrif atau musyrifah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembiasaan ibadah dalam kehidupan mahasantri.

Lebih dari sekadar menjalankan aturan, pembiasaan salat tahajud dapat menjadi proses untuk menumbuhkan kesadaran beragama. Mahasantri dilatih mengatur waktu istirahat, membangun kebiasaan bangun malam, serta meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah aktivitas sehari-hari.

Kebiasaan tersebut juga mengandung nilai pendidikan karakter. Kedisiplinan terbentuk melalui pelaksanaan ibadah secara rutin, sedangkan kemandirian berkembang ketika mahasantri mulai menjalankannya atas kesadaran pribadi. Dengan begitu, nilai yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga dengan pembentukan tanggung jawab dan pengendalian diri.

Bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), pengalaman membangun kebiasaan ibadah dapat menjadi bekal dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik. Seorang pendidik tidak hanya dituntut memahami materi keagamaan, tetapi juga perlu berusaha menunjukkan keteladanan melalui perilaku dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan ibadah tidak hanya dilihat dari kepatuhan selama berada di lingkungan ma’had, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran untuk terus beribadah secara mandiri. Salat tahajud dapat menjadi salah satu jalan bagi mahasiswa untuk menjaga kedekatan dengan Allah SWT sekaligus membangun karakter religius yang diharapkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar

0 Komentar