Palangka
Raya, 06 Mei 2026 — Kemampuan
membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan salah satu keterampilan penting bagi
mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain menjadi bagian dari pembelajaran
agama, kemampuan tersebut juga menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami dan
mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya
meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pernah dilaksanakan melalui program
Bimbingan Membaca Al-Qur’an (BMQ) di UIN Palangka Raya. Berdasarkan dokumentasi,
kegiatan ini berlangsung secara daring dan diikuti mahasiswa melalui bimbingan
tutor secara rutin setelah waktu Magrib.
Program
BMQ tersebut dilaksanakan selama 16 kali pertemuan, dengan durasi sekitar 15–30
menit setiap sesi. Kegiatan ini dibagi menjadi lima level, kemudian diakhiri
dengan munaqasyah atau ujian untuk mengetahui pencapaian kemampuan
membaca Al-Qur’an mahasiswa.
Dalam
pelaksanaannya, BMQ menggunakan metode Tilawati dengan bimbingan tutor
bersertifikat. Proses pembelajaran dilakukan melalui tiga teknik, yaitu tutor
memberikan contoh bacaan, mahasiswa mengikuti bacaan yang dicontohkan, serta
membaca secara bersama-sama. Metode ini diarahkan untuk membantu mahasiswa
memperbaiki pelafalan huruf, memahami kaidah tajwid, dan meningkatkan ketepatan
bacaan Al-Qur’an.
Keberadaan
program seperti BMQ menunjukkan pentingnya pendampingan dalam pembelajaran
Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi. Melalui bimbingan yang terarah dan
latihan secara rutin, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an
dengan lebih baik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk terus mempelajarinya
secara mandiri.
Bagi
mahasiswa PAI, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi bekal yang penting karena
mereka dipersiapkan untuk menjadi pendidik agama Islam. Oleh sebab itu,
pembelajaran Al-Qur’an perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari penguatan
kompetensi keagamaan dan persiapan menjalankan peran sebagai calon pendidik.



0 Komentar