
Palangka
Raya, 26 Juni 2026 — Etika
berpakaian merupakan salah satu aspek yang mencerminkan sikap dan tanggung
jawab seseorang dalam lingkungan pendidikan. Bagi mahasiswa Pendidikan Agama
Islam (PAI), berpakaian sopan dan rapi tidak hanya berkaitan dengan penampilan,
tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter serta mempersiapkan
diri sebagai calon pendidik.
Penerapan
etika berpakaian di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN
Palangka Raya pernah menjadi perhatian dalam pemberitaan. Mahasiswa di
lingkungan fakultas tersebut diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan dan rapi
selama berada di kampus, terutama ketika mengikuti kegiatan akademik. Ketentuan
tersebut berkaitan dengan upaya menjaga suasana pendidikan yang selaras dengan
nilai-nilai keislaman.
Bagi
mahasiswa PAI, etika berpakaian memiliki kaitan dengan peran mereka sebagai
calon guru Pendidikan Agama Islam. Seorang pendidik tidak hanya dituntut
menguasai materi pembelajaran, tetapi juga diharapkan mampu menunjukkan sikap
dan perilaku yang baik. Penampilan yang pantas dan rapi dapat menjadi salah
satu bentuk kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia pendidikan profesional.
Selain
itu, kebiasaan berpakaian sesuai aturan kampus dapat melatih kedisiplinan dan
tanggung jawab mahasiswa. Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku menunjukkan
kesadaran untuk menghargai lingkungan akademik serta menjaga kenyamanan dalam
berinteraksi dengan dosen, tenaga kependidikan, dan sesama mahasiswa.
Etika
berpakaian juga perlu dipahami sebagai bagian dari pembentukan karakter, bukan
hanya sebagai kewajiban untuk memenuhi aturan. Kesadaran dalam memilih pakaian
yang sesuai dengan nilai agama dan norma lingkungan pendidikan dapat membantu
mahasiswa membangun kebiasaan positif yang diterapkan, baik selama perkuliahan
maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Sebagai
calon pendidik, mahasiswa PAI memiliki tanggung jawab untuk memahami hubungan
antara pengetahuan, sikap, dan keteladanan. Nilai-nilai yang dipelajari selama
perkuliahan akan lebih bermakna apabila tercermin dalam perilaku sehari-hari,
termasuk dalam menjaga kerapian dan kesopanan berpakaian.
Melalui
penerapan etika berpakaian, mahasiswa diharapkan mampu membangun identitas
sebagai insan akademik yang disiplin dan berkarakter Islami. Kebiasaan
sederhana ini dapat menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan calon
pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu
menunjukkan keteladanan melalui sikap dan perilakunya.


0 Komentar