Palangka Raya, 13 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan 2025 menyelenggarakan kegiatan Pameran Budaya dan Pertunjukan Pentas Seni sebagai implementasi pembelajaran Mata Kuliah Sejarah Kebudayaan Islam. Kegiatan yang berlangsung di selasar gedung bundar UIN Palangka Raya ini bertujuan melestarikan budaya Nusantara sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa. Beragam karya budaya dan pertunjukan seni yang ditampilkan mendapat antusiasme dari mahasiswa, dosen, serta para pengunjung yang hadir.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia
pelaksana dan sambutan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Abdullah,
M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pameran budaya dan
pertunjukan pentas seni menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan
materi yang diperoleh selama perkuliahan sehingga tidak hanya memahami teori,
tetapi juga mampu mempraktikkannya. “Kegiatan seperti ini merupakan wadah bagi
mahasiswa untuk mempraktikkan materi, bukan hanya sekadar memahami teori,” tuturnya
sebelum membuka acara secara resmi.
Setelah
pembukaan, para tamu disuguhkan berbagai penampilan seni yang dipersembahkan
oleh mahasiswa PAI Angkatan 2025 dari kelas A, B, C, D, dan E. Penampilan
tersebut meliputi hadrah, tari tradisional, nasyid, tari Wonderland,
atraksi silat dan kuntau, serta karungut sebagai salah satu kesenian khas
Kalimantan Tengah. Rangkaian pertunjukan ditutup dengan seremonial penutupan
sebelum kegiatan dilanjutkan ke sesi pameran budaya.
Pada
sesi pameran, setiap kelas menampilkan budaya daerah yang telah dipelajari dan
dikaji selama perkuliahan. Kelas A memperkenalkan tradisi Batuyang atau Baayun
Maulid, sedangkan Kelas B menampilkan budaya Mandi Bapapai dan Mandi Tujuh
Bulanan yang sarat dengan nilai syukur, doa, dan harapan bagi keselamatan ibu
serta anak. Melalui penyajian tersebut, mahasiswa berupaya mengenalkan nilai
budaya lokal kepada seluruh pengunjung secara edukatif dan menarik.
Kelas C mengangkat budaya Lawang Sekepeng sebagai tradisi masyarakat Dayak yang memadukan unsur seni, ritual, dan nilai kebersamaan dalam berbagai kegiatan adat. Sementara itu, Kelas D memperkenalkan budaya Piduduk dan Tampung Tawar yang memiliki makna filosofis sebagai simbol doa, perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dalam berbagai fase kehidupan masyarakat. Seluruh materi pameran disajikan melalui stan yang dirancang secara kreatif sehingga memudahkan pengunjung memahami nilai-nilai budaya yang dipamerkan.
Menutup
rangkaian kegiatan, dosen pengampu Mata Kuliah Sejarah Kebudayaan Islam
sekaligus steering committee, Asmawati, M.Pd., menyampaikan apresiasi
kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Beliau berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan sebagai media pelestarian
budaya sekaligus sarana pembelajaran yang berdampak bagi mahasiswa. Menurutnya,
kolaborasi antara pembelajaran akademik dan pelestarian budaya merupakan
langkah penting dalam membentuk generasi yang menghargai identitas bangsa.
Ketua
panitia pelaksana, Rifansyah, menjelaskan bahwa Pameran Budaya dan Pertunjukan
Pentas Seni bertujuan melestarikan budaya Nusantara sekaligus menunjukkan bahwa
nilai-nilai Islam dapat berjalan selaras dengan budaya lokal. Ia menambahkan
bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi, kreativitas, serta penguatan
moderasi beragama bagi mahasiswa. “Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai
Islam dapat berjalan selaras dengan kebudayaan lokal serta menjadi sarana
edukasi, kreativitas, dan penguatan moderasi beragama bagi mahasiswa,”
ungkapnya.
Salah satu peserta, Dimas Hariska Putra, mengungkapkan bahwa kegiatan berlangsung dengan baik meskipun masih terdapat beberapa kendala karena merupakan penyelenggaraan perdana oleh mahasiswa Angkatan 2025. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang dapat dipersiapkan dengan lebih matang dan berjalan semakin baik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan hasil pembelajaran Mata Kuliah Sejarah Kebudayaan Islam, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan serta memperkenalkan budaya kepada masyarakat.

0 Komentar