Palangka
Raya, 25 Agustus 2026 — Himpunan
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UIN Palangka Raya
melalui Biro Hubungan Mahasiswa (Humas) menggelar peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung di Selasar Gedung Bundar pada Selasa,
25 Agustus 2026, dengan melibatkan pengurus HMPS PAI serta mahasiswa Program
Studi Pendidikan Agama Islam. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat
kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan semangat meneladani akhlak
beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian
acara diawali dengan pembacaan Maulid Habsy, kemudian dilanjutkan dengan
pembacaan doa Maulid oleh Ustadz Syahmidi, S.Th.I., M.Pd.I. Acara berlanjut
dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Aisna Bunga Qomariah
serta sambutan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dr. Abdullah, M.Pd. Dalam
sambutannya, beliau mengajak mahasiswa meneladani kebiasaan baik yang
dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan memperbanyak sholawat sebagai bentuk
kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus menjadikan peringatan Maulid Nabi
sebagai wadah membangun karakter mahasiswa PAI yang berakhlak karimah.
Rangkaian
tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara inti berupa ceramah agama yang
disampaikan oleh Ustadz Syahmidi. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan
bahwa makna sholawat sebagai doa keselamatan bagi Rasulullah SAW serta
keutamaan bagi umat yang memperbanyak sholawat, karena setiap doa dan kalimat
baik yang dipanjatkan akan kembali kepada orang yang mendoakannya, “setiap doa
dan kalimat baik yg kita panjatkan terutama kepada manusia paling mulia, maka
akan kembali kepada kita yg mendoakan, beruntung bagi kita yg bersholawat, karena
Rasulullah akan membalas kalimat tersebut berkali kali lipat.” Ia juga
mengingatkan agar senantiasa menjaga lisan dengan mengucapkan perkataan baik,
mensyukuri nikmat Allah SWT melalui ibadah, serta meniatkan setiap perbuatan
sebagai ibadah agar memperoleh keberkahan dan kesuksesan.
Koordinator
Humas sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ahmad Rafi’i, menjelaskan bahwa
peringatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi
Muhammad SAW. Menurutnya, keteladanan Rasulullah perlu dijadikan pembelajaran
bagi mahasiswa, khususnya dalam membentuk akhlak yang baik. “Kami berharap apa
yang telah disampaikan oleh penceramah dapat diterima dengan baik dan
diamalkan, serta semoga ke depannya acara ini semakin ramai dibandingkan
sebelumnya,” ujarnya.
Ketua
panitia, Muhammad Radiannur, menyampaikan bahwa panitia berupaya menjadikan
peringatan Maulid Nabi tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial. Berbagai
kebutuhan acara dipersiapkan melalui kerja sama antarpanitia, mulai dari divisi
acara, konsumsi, perlengkapan, hingga tugas-tugas lainnya yang dibantu oleh
seluruh anggota HMPS PAI. “Kami ingin acara ini punya manfaat dan bisa menambah
kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Pelaksanaan
kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kampus, dosen,
pengurus HMPS PAI, dan mahasiswa. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam
koordinasi, persiapan waktu, dan teknis lapangan, seluruh panitia tetap saling
membantu hingga rangkaian acara selesai. Respons peserta juga dinilai baik
karena mereka mengikuti kegiatan dengan tertib dan aktif meskipun sebagian
memiliki jadwal perkuliahan.
Salah
satu mahasiswa yang hadir, Annisa Almaghfira Safitri, mengungkapkan bahwa
ketertarikannya mengikuti kegiatan karena ingin menambah wawasan mengenai
keteladanan Nabi Muhammad SAW. Ia menilai tausiyah, pembacaan Maulid
Simtudduror, dan penampilan grup habsyi menjadi bagian yang memberikan kesan
tersendiri selama acara berlangsung. “Saya mendapatkan pelajaran bahwa sebagai
umat Nabi Muhammad SAW, khususnya mahasiswa PAI dan calon pendidik, kita tidak
hanya dituntut berilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak dan karakter yang
baik,” tuturnya.
Melalui
peringatan ini, HMPS PAI berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat
diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan serupa juga
diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan persiapan yang lebih matang,
koordinasi yang semakin baik, serta partisipasi mahasiswa yang lebih luas.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi kegiatan yang memberikan
manfaat sekaligus memperkuat kecintaan mahasiswa kepada Rasulullah SAW.
Dokumentasi Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW |

0 Komentar