
Palangka
Raya, 10 April 2026 — Regenerasi
kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi
mahasiswa, termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam
(HMPS PAI). Pergantian kepemimpinan dari Masha Ramadhan Pratama kepada
Hafifatun Natasya menandai dimulainya tanggung jawab baru dalam menjalankan
roda organisasi. Peralihan tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan program
kerja sekaligus mengembangkan kualitas kepengurusan.
Sebelumnya,
HMPS PAI menyelenggarakan kegiatan Leadership Training in Organization
pada 2 April 2026 di Aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN
Palangka Raya. Pelatihan bertema “Menumbuhkan Kader Pemimpin yang Berjiwa
Sosial Tinggi dan Berpikir Kritis dalam Berorganisasi” tersebut menghadirkan
pemateri yang memiliki pengalaman dalam kepemimpinan organisasi mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali pengurus dengan pemahaman
mengenai tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama dalam berorganisasi.
Dalam
proses regenerasi, pengalaman kepengurusan sebelumnya dapat menjadi bahan
evaluasi bagi pemimpin baru untuk menentukan langkah strategis. Pemahaman
terhadap tantangan organisasi dan pelaksanaan program kerja membantu pengurus
menyusun perencanaan yang lebih terarah. Selain itu, komunikasi antara pengurus lama dan baru berperan dalam menjaga
kesinambungan kegiatan himpunan.
Di bawah kepemimpinan Hafifatun Natasya, keberlanjutan organisasi dapat
diarahkan pada penguatan koordinasi internal dan pelaksanaan program kerja yang
sesuai dengan kebutuhan mahasiswa PAI. Sementara itu, pengalaman Masha Ramadhan
Pratama selama menjabat dapat menjadi bagian dari pembelajaran dalam proses
pergantian kepemimpinan. Sinergi
antarkepengurusan menjadi salah satu unsur penting untuk membangun organisasi
yang bertanggung jawab dan adaptif.
Regenerasi
ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan juga proses meneruskan nilai,
pengalaman, dan semangat pengabdian dalam organisasi mahasiswa. Melalui
kepemimpinan yang berkesinambungan, HMPS PAI diharapkan mampu memperkuat
perannya sebagai wadah pengembangan potensi, kreativitas, dan kemampuan
berorganisasi mahasiswa. Dengan demikian, pergantian kepengurusan dapat menjadi
langkah untuk mendukung kemajuan organisasi pada periode selanjutnya.


0 Komentar