About Me

MEMBIASAKAN MENGAJI SEBELUM KULIAH: UPAYA MENANAMKAN NILAI AL-QUR’AN DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA

Palangka Raya, 25 Juni 2026 — Membaca Al-Qur’an tidak hanya menjadi aktivitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi kebiasaan positif yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Pembiasaan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan mahasiswa dengan Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai Islam di lingkungan perguruan tinggi.

Kebiasaan tersebut pernah diterapkan oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Palangka Raya melalui kegiatan mengaji bersama sebelum perkuliahan dimulai. Berdasarkan dokumentasi pada 27 Juni 2026, mahasiswa melaksanakan pembacaan ayat suci Al-Qur’an di ruang kelas sebagai bagian dari rutinitas sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama sesuai kesepakatan antara mahasiswa. Setelah kegiatan mengaji selesai, mahasiswa membaca Selawat Nariyah secara bersama-sama sebelum perkuliahan dimulai.

Dalam praktiknya, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan metode Qiroati. Metode ini menekankan praktik membaca secara langsung dengan memperhatikan ketepatan bacaan dan kaidah tajwid. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan beberapa variasi nada bacaan, seperti Bayati, Rost, dan Jiharkah, sebagaimana dijelaskan dalam artikel arsip tahun 2023.

Pembiasaan mengaji sebelum perkuliahan dapat menjadi ruang untuk melatih kedisiplinan dan membangun suasana belajar yang lebih religius. Selain memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an, kegiatan ini dapat mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan pembentukan sikap dan nilai-nilai keagamaan.

Bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam, kebiasaan membaca Al-Qur’an memiliki relevansi tersendiri karena mereka dipersiapkan untuk memahami dan menyampaikan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik perlu terus dilatih agar dapat menjadi bekal dalam proses pembelajaran maupun ketika menjalankan peran sebagai calon pendidik.

Meski demikian, pembiasaan mengaji akan lebih bermakna apabila dilakukan dengan kesadaran dan pemahaman, bukan sekadar menjadi rutinitas sebelum kuliah. Pendampingan, konsistensi, serta kesempatan untuk memperbaiki bacaan dapat mendukung mahasiswa dalam menjadikan kegiatan tersebut sebagai kebiasaan yang berkelanjutan.

Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum perkuliahan, nilai-nilai keislaman dapat terus dihadirkan dalam aktivitas akademik. Kebiasaan sederhana ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun mahasiswa yang tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an dan kesadaran untuk menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.


Posting Komentar

0 Komentar