Palangka
Raya, — Khoirulloh Luthfi,
mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Palangka Raya, menekuni seni
kaligrafi Al-Qur’an sebagai bentuk kecintaannya terhadap keindahan tulisan
Islami. Ketertarikan tersebut bermula ketika ia memasuki sebuah pondok
pesantren di Kotawaringin Lama dan melihat karya hiasan mushaf milik
ustaz yang mengajarnya. Kekaguman terhadap karya tersebut mendorongnya untuk
mempelajari kaligrafi secara lebih mendalam hingga terus mengembangkan
kemampuannya.
Dalam
proses belajar, Khoirulloh Luthfi menggunakan teknik mencontoh tulisan
kaligrafer ahli atau master kaligrafi, kemudian mengulanginya hingga
terbiasa. Ia juga mempelajari buku panduan kaidah penulisan serta mengamati
berbagai karya sebagai referensi untuk meningkatkan keterampilan. Melalui
latihan yang rutin, ia berupaya menghasilkan tulisan yang indah, rapi, dan
sesuai dengan kaidah kaligrafi Islam.
Perjalanan
menekuni seni tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam
menjaga konsistensi latihan dan menyusun komposisi yang rumit. Hasil tulisan
yang belum sesuai harapan terkadang mengharuskannya melakukan perbaikan
berkali-kali agar memperoleh bentuk yang diinginkan. Untuk mengatasinya, ia
terus bersabar, mempelajari kesalahan, serta meminta masukan dari guru dan
kaligrafer berpengalaman demi meningkatkan kualitas karyanya.
Menurut
Khoirulloh Luthfi, kaligrafi Islam memiliki peluang besar untuk berkembang di
kalangan generasi muda melalui berbagai media, seperti desain grafis, dekorasi,
dan teknologi digital. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk
memperkenalkan karya kepada masyarakat luas, meskipun anggapan bahwa kaligrafi
sulit dipelajari masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, pelatihan,
perlombaan, komunitas, dan pembelajaran yang menarik diperlukan untuk
menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tersebut.
Sebagai
mahasiswa PAI UIN Palangka Raya, Khoirulloh berharap generasi muda tidak hanya
menikmati kaligrafi sebagai hiasan, tetapi juga memahami nilai seni, budaya,
dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Ia mengajak generasi muda untuk ikut
menjaga serta mengembangkan warisan seni Islam agar tetap dikenal oleh berbagai
kalangan. “Jangan hanya menjadi penikmat keindahan kaligrafi, tetapi jadilah
bagian dari orang-orang yang menjaga dan mengembangkannya,” pesannya.



0 Komentar